Gagasan ini juga menjawab persoalan pelik lainnya: Prabowo saat ini dinilai terjebak dalam skenario politik warisan Jokowi. Mulai dari keberadaan Gibran sebagai Wakil Presiden, dominasi loyalis Jokowi dalam kabinet, hingga kebijakan-kebijakan yang pro oligarki. Ini membuat manuver Prabowo terbatas.
Dengan membagi beban kekuasaan, Prabowo bisa “bernafas panjang” dan fokus menjaga simbol negara. Ia bisa terlepas dari jerat skenario politik lama, sementara Anies menjalankan reformasi di pemerintahan tanpa tekanan elite masa lalu.
Tapi tantangan tak hanya dari dalam negeri. Tekanan internasional seperti vaksin global, khususnya vaksin TBC yang programnya ditawarkan Billgates dengan sejumlah kompensasi yang disinyalir punya misi tersembunyi yang kurang menguntungkan rakyat Indonesia dan agenda investasi asing hingga penetrasi nilai-nilai ideologis yang tak sesuai dengan Pancasila.













