Roda kehidupan terus melaju dan menderu. Laksana deru motor kesayangannya saat kencang melaju. Kefanatikan Vivi gandrung terhadap “Mr Harley” jenis “Softail” itu seakan sudah lengket menyatu. Dengan mesin V-Twin Milwaukee Eight, motor gede asal negeri Paman Sam ini di”custom” oleh tangan dingin Sinyo Edan bisa membawa Vivi dalam hitungan detik melesat maju dengan deru mesinnya yang merdu. Sinyo Edan di kalangan pemotor Harley dikenal piawai memodivikasi, sehingga ia selalu dicari dan diburu.
Memang, awal hobbynya naik Harley, diungkapkan Vivi karena suka akan derumannya yang merdu. Dari hobbinya ini juga yang mengantarkan Vivi Kartika Dewi dengan Riza Mochamad Rinaldhy bertemu. Riza adalah teman sekelas SMP-nya dulu. Selama 22 tahun tak bertemu, di Club Harley secara tak sengaja bertemu. Mengaku cinta dari dulu tapi mau mengungkap cinta amat segan dan malu. Begitu bertemu tak ada alasan lagi untuk malu. Riza pun berani menyatakan kalau selama ini di hatinya ada cinta menggebu dan birunya rindu. Tanpa membuang waktu pasangan yang sudah tak lagi muda ini segera menghadap penghulu.













