Menurut Adrian, hambatan pembiayaan UMKM tidak selalu disebabkan oleh terbatasnya ketersediaan dana. Persoalan mendasar justru kerap berada pada aspek bankability.
Sebagian UMKM belum memiliki agunan yang memadai, riwayat kredit, maupun pencatatan keuangan yang terdokumentasi secara baik.
Kondisi tersebut membuat lembaga keuangan kesulitan melakukan penilaian terhadap kelayakan usaha.
Karena itu, integrasi data menjadi salah satu elemen penting untuk membuka akses pembiayaan sekaligus memperkuat inklusi keuangan UMKM.
IFE 2026 juga ditandai dengan peluncuran International Research Group for Entrepreneurship & SME (IRGESME) yang diketuai Dr. Iyus Wiadi.
Kelompok riset tersebut diarahkan menjadi wadah pengembangan penelitian dan kolaborasi internasional di bidang kewirausahaan serta usaha mikro, kecil dan menengah.













