Menurutnya, kemampuan AI menghasilkan berbagai output secara cepat dan sempurna justru membuat unsur manusia semakin bernilai.
Ia mengingatkan bahwa, sesuatu yang nyata dan memiliki ketidaksempurnaan manusiawi dapat menjadi pembeda ketika teknologi semakin mendominasi proses kreatif. “Something real, something imperfect, is more important than something that looks very perfect,” ujarnya.
Pesan tersebut memperlihatkan bahwa, kemajuan teknologi tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan terhadap kreativitas, empati, keaslian, dan hubungan antarmanusia dalam membangun bisnis.
Dari Universitas Paramadina, Adrian Azhar Wijanarko, MM, mengangkat persoalan lain yang masih menjadi tantangan besar bagi UMKM, yakni akses pembiayaan.













