Pendidikan

UIN Bandung Gelar Dzikir dan Doa Cegah COVID-19

Bandung, BEDAnews.com – Di tengah upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19 dan menyambut bulan suci Ramadhan 1441 H, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Zikir dan Doa Bersama baru-baru ini.

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si menyebutkan kegiatan zikir dan doa bersama tersebut diikuti seluruh civitas akademika melalui telekonferensi aplikasi zoom dan disiarkan secara langsung pada kanal Youtube Humas al-Jamiah UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

“Sebelum acara zikir dan doa bersama dimulai, dari pukul 09.00 sampai 10.00 setiap Fakultas, Pascasarjana, dan Unit masing-masing di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan khatmil Qur’an secara bersama-sama. Baru dari pukul 10.00 sampai 12.00 dilaksanakan zikir dan doa bersama,” ujar rektor, Kamis,(14/5/2020).

Menurutnya, zikir dan doa bersama ini diisi tausiah dari Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si, Guru Besar Sosilogi Agama yang menyampaikan materi tetang sikap kehidupan masyarakat beragama di tengah penyebaran virus korona.

Sedangkan zikir dan doa bersama dipimpin oleh Prof. Dr. H. Nurwadjah Ahmad EQ., MA. Guru Besar Ilmu Al-Quran dan Tafsir yang dipandu oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag.

Rektor menyampaikan terimakasih kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan pegawai lainnya di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang masih bisa melaksanakan kegiatan sesuai tusi ditengah keterbatasan karena pandemi wabah Covid-19 yang belum berakhir.

“Kita sambut ramadhan yang mulia ini dengan amaliah secara sempurna. Marilah kita terus berdoa dan berzikir, agar  wabah corona akan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, ” tegasnya.

Menurutnya, tidak mustahil amaliyah Ramadhan yang dilakukan secara baik akan memutus rantai virus corona yang saat ini mewabah di seluruh dunia, khususnya Indonesia.

“Jalankan amaliyah Ramadhan dengan baik dan jalankan tusi masing-masing, karena tidak ada alasan aktifitas bekerja jadi berkurang karena berpuasa. Rasullullah Saw saja mengalami beberapa peperangan di bulan Ramadhan dan meraih banyak kemenangan. Maka kita harus meyakini bisa memenangkan melawan wabah ini dengan catatan melakukan amaliyah Ramadhan dengan sebaik mungkin,” jelasnya.

Dalam tausiyahnya, Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si, menyampaikan tentang sikap kehidupan masyarakat beragama di tengah penyebaran pandemi Covid-19, “Saya melihatnya dari aspek keagamaan atau masyarakat beragama karena itu bidang studi saya, dunianya realitas, bukan ideal. Insya Allah ramadhan besok akan mengalami suasana ibadah ramadhan yang berbeda. Selama saya hidup 68 tahun baru mengalami ini, tidak pergi ke masjid luar biasa, bukan ibadahnya yang dilarang, tapi kedekatan kita, kontak sosial, kontak fisik yang menyebabkan penyebaran Covid-19. Salah satunya menjaga jarak. Oleh karena itu suasan ramadhan besok akan menjadi luar biasa,” tandasnya.

Sementara menurut Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Dr. Setia Gumilar, M.Si., dirinya mengapresiasi gagasan Rektor UIN Bandung untuk melaksanakan zikir dan doa menjelang bulan Ramadhan sekaligus memberikan energi dalam menghadapi wabah covid 19.

“Mudah-mudahan acara ini bukan hanya seremonial semata, tapi bisa diambil manfaatnya bagi seluruh civitas akademika, terutama dalam melaksanakan tugasnya sebagai ASN, yaitu menjadi pegawai yang siap dalam berbagai keadaan untuk melakukan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelasnya. (hargib)

Selanjutnya

Related Articles

Back to top button
Close