• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Tugu Khatulistiwa Pontianak Jadi Primadona

Tugu Khatulistiwa Pontianak Jadi Primadona

Asep Budi by Asep Budi
15 April 2012
in Tak Berkategori
7
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Tugu Khatulistiwa Pontianak yang terletak persis di sisi jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara. Tiap tanggal 21 – 23 Maret dan 21 – 23 September pukul 12.00 WIB, bayangan benda di sekitar tugu ini akan menghilang. Saat itulah diperingati sebagai hari kulminasi matahari. Karena saat itu, di tempat ini matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa. Namun, ada hal lain yang kerap menjadi misteri. Yaitu soal penunggu gaib tugu yang dibangun tahun 1928 ini.

Tiap tanggal tersebut, Tugu Khatulistiwa Pontianak menjadi primadona. Ketika itulah di kompleks ini sering digelar beragam pertunjukan kesenian, pameran dan lain-lain hiburan. Tak pelak, massa pun tersedot ke tempat ini. Dari penjuru daerah berdatangan ke sekitar tugu.

Namun, yang paling istimewa sebenarnya bukan hanya itu. Melainkan tepat tengah hari pada tanggal tersebut, segala bayangan benda tegak yang ada di sekitarnya, akan menghilang secara misterius. Ini tentu tidak akan pernah terjadi di tempat lain.

Masyarakat Pontianak dan Kalimantan Barat umumnya, cukup bangga dengan keistimewaan ini. Itu tercermin dalam kehidupan sehari-hari, seperti banyaknya cendera mata miniatur Tugu Khatulistiwa, penginapan dan jalan yang menggunakan nama Khatulistiwa atau Ekuator. Termasuk unsur Garis Khatulistiwa dimasukkan ke dalam lambang Pemerintah Daerah.

BeritaTerkait

Perkuat Toleransi, Kapolres Demak Bangun Sinergi dengan Jemaat GKJ

7 November 2026

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026

Garis Khatulistiwa yang melingkari tengah-tengah bumi, sebenarnya melewati beberapa propinsi di Indonesia dan beberapa negara lain. Untuk Kalbar, garis khatulistiwa melewati beberapa daerah seperti kota/kabupaten Pontianak, Sanggau dan Sintang.

Di Kalbar, Garis Khatulistiwa memotong Sungai Kapuas sebanyak 2 kali, dan satu kali memotong Sungai Melawi. Panjang Garis Khatulistiwa yang melintasi daratan Kalbar adalah 466 km. Selain itu, ada 7 propinsi lain yang dilewati Garis Khatulistiwa yaitu Propinsi Sumatera Barat (Utara Payakumbuh), Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Maluku dan Irian Jaya. Selain itu ada 5 negara Afrika yang dilewati Garis Khatulistiwa yaitu Gabon, Zaire, Uganda, Kenya dan Somalia. Untuk Amerika Latin ada 4 negara yaitu Equador, Peru, Kolombia dan Brasil yang terkenal dengan hutan amazonnya.

Karena letaknya tepat di tengah belahan bumi utara dan selatan, maka wilayah yang berada di sepanjang Garis Khatulistiwa punyai keistimewaan yang tidak ternilai harganya. Seperti curah hujan yang tinggi, suhu dan kelembaban rata-rata harian cukup tinggi, terdapat berbagai jenis hewan dan tumbuhan dan sinar matahari yang bersinar sepanjang masa. Semua ini menyebabkan adanya iklim tropis, yang merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa yang patut disyukuri bersama.

 

Peneliti Belanda

Tugu Khatulistiwa Pontianak ditemukan tahun 1928. Berdasarkan catatan V. en. W oleh Opzihter Wiese tahun 1941, pada tahun 1928 telah datang suatu ekspedisi internasional yang dipimpin seorang ahli geografi berkebangsaan Belanda untuk menentukan titik/tonggak garis equator di Pontianak. Kala itu yang dibangun berupa tonggak yang bagian atas diberi tanda panah.

Tahun 1930, disempurnakan berbentuk tonggak dengan lingkaran dan tanda panah. Tahun 1938 dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh arsitek Silaban. Pada tahun 1990, kembali Tugu Khatulistiwa direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran 5 kali lebih besar dari tugu yang asli.

Bangunan tugu terdiri dari empat buah tonggak belian, masing-masing berdiameter 0,30 meter, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak dua buah setinggi 3,05 meter dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter. Diameter lingkaran yang bertulisan EVENAAR 2,11 meter. Panjang penunjuk arah 2,15 meter. Tulisan plat di bawah anak panah tertera 109o 20 OLvGr menunjukkan letak berdirinya tugu khatulistiwa pada garis Bujur Timur. ***

Previous Post

Kantor Lurah Kebon Gedang Di Bongkar Maling

Next Post

Kesadaran Akan Zakat Profesi PNS Kota Bandung Masih Rendah

Related Posts

TNI-POLRI

Perkuat Toleransi, Kapolres Demak Bangun Sinergi dengan Jemaat GKJ

7 November 2026
Ragam

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026
Ragam

Pemuda Berdampak: Satukan Gagasan, Bangun Gerakan Menuju Deklarasi Wilayah Kota Cilegon

7 November 2026
TNI-POLRI

Misa Ekaristi TNI-Polri di Polda Kaltim, Perkuat Iman dan Kebersamaan dalam Pengabdian

7 November 2026
TNI-POLRI

Kodim Ponorogo Gelar Do’a Syukur Peringati Hari Pahlawan 2026

7 November 2026
Ragam

Ekonomi Hijau Jadi Fokus Perencanaan Pembangunan Kalimantan Utara

7 November 2026
Next Post

Kesadaran Akan Zakat Profesi PNS Kota Bandung Masih Rendah

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021