Kini, tokoh Reformasi yang masih hidup dan tetap mendapat penghormatan publik adalah Amien Rais, Megawati Soekarnoputri dan Sri Sultan Hamengkubuwono X. Perbedaan pandangan politik di antara mereka tidak menghapus fakta sejarah bahwa ketiganya memiliki kontribusi besar dalam membuka jalan demokrasi Indonesia. Tanpa perjuangan para tokoh Reformasi tersebut, sangat mungkin Indonesia tidak akan memiliki sistem pemilihan Presiden langsung, kebebasan pers, kebebasan berpendapat, serta pemilihan kepala daerah secara langsung seperti saat ini.
Karena itu, bangsa Indonesia patut menghormati dan berterima kasih kepada empat tokoh besar Reformasi tersebut, termasuk kepada almarhum Gus Dur. Penghormatan itu bukan semata kepada individu, melainkan kepada jasa sejarah mereka dalam memperjuangkan demokrasi, kebebasan dan kedaulatan rakyat.













