Selanjutnya juga muncul perluasan aliansi geopolitik. Arab Saudi, Mesir, Pakistan, dan Turki telah mulai memperkuat aliansi militer di tengah tindakan Israel dan AS di Timur Tengah.
Namun upaya negara-negara Teluk untuk tidak tergantung ke AS tidak mudah. Pizaro mencatat beberapa hal. Pertama, adanya tekanan balasan dari AS karena Washington tampaknya tidak akan membiarkan sekutu-sekutunya untuk dengan mudah berpindah haluan.
Lalu sejauh ini, Tiongkok dan Rusia belum menunjukkan kemauan atau kemampuan untuk bertindak sebagai penjamin keamanan militer di Teluk, menggantikan AS jika terjadi konflik terbuka. Faktor lain, adanya persaingan di antara negara-negara Teluk dan ketergantungan struktural pada tenaga kerja asing.













