Namun, ketika diperiksa secara komparatif, khususnya terhadap Iran yang secara serupa memposisikan dirinya sebagai kekuatan minoritas di lingkungan regional yang tidak bersahabat, justifikasi ini menjadi semakin sulit untuk dipertahankan.
Berbeda dengan Iran, Israel telah terlibat secara terus-menerus dalam konflik militer aktif, baik secara ofensif maupun defensif terhadap berbagai aktor di seluruh kawasan.
Kesenjangan ini menimbulkan pertanyaan kritis mengenai apakah perilaku militer Israel benar-benar mencerminkan kebutuhan defensif, atau justru mencerminkan agenda yang jauh lebih luas dan melampaui sekadar upaya mempertahankan diri.
Menyinggung soal pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada 14 Mei 2026, menurut Dubes Dian Wirengjurit, pertemuan itu menunjukkan Presiden AS sudah kehilangan daya tawar setelah ditinggalkan sekutunya di Eropa dan Arab dibandingkan dengan Tiongkok.













