Cimahi, BEDAnews
Gantira Kusumah dan Bambang Suprihatin (TIBA), resmi menjadi pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Cimahi yang diusung oleh koalisi Partai Gerindra, Hanura dan Pelopor. Keduanya merupakan pasangan yang pertama kali melakukan deklarasi.
Balon Walikota Gantira Kusumah mengatakan, Pasangan Tiba berkomitmen untuk membangun Cimahi sebagai salah satu pusat perdagangan di Jawa Barat. “Untuk itu pasangan “TIBA” akan fokus kepada pembangunan sumberdaya manusia, sehingga masyarakat Cimahi telah siap dalam menyongsong persaingan global, meski umur Kota Cimahi masih terbilang muda,” katanya.
TIBA merupakan pasangan yang pertama kali melakukan deklarasi. Pengukuhan “TIBA” berlangsung sederhana di Halaman Gedung Pandiga Jati, Jalan Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara.
Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra ini juga menyinggung masalah perburuhan. Dalam mengatasi setiap masalah perburuhan, pemerintah harus lebih serius dalam memperhatikan masalah buruh sekaligus dunia industrinya. ”Disatu pihak buruh harus dilindungi dan diperjuangkan hak-haknya, namun disisi lain investor harus dibuat nyaman dalam berusaha,” tuturnya.
Sedangkan Bambang Suprihatin sebagai bakal calon orang nomor dua di Pemerintahan Kota Cimahi, akan terus bergandengan dengan pasangannya meski mereka berlainan partai politik. “komitmen kami adalah menjalankan amanat rakyat hingga masa jabatan kami berakhir,” ungkap Bambang menjelaskan.
Bambang yang merupakan ketua DPC Kota Cimahi mengatakan, pasangannya menargetkan meraih dukungan suara hingga 60 persen dari jumlah pemilih. “Kami orang lapangan, siap bergerilya dengan mesin politik yang kami miliki. Insya Allah bisa memenangkannya,” tutur Bambang.
Dalam beberapa hari kedepan Pasangan “TIBA” akan segera mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum Kota Cimahi. Penyelenggara Pemilukada setempat mengumumkan pendaftaran bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Cimahi berlangsung dari 12-18 Juni 2012.
Sementara itu, meski hanya memiliki satu kursi di DPRD Kota Cimahi, Partai Pelopor menjadi kuda hitam dalam mengusung pasangan TIBA. Sebelumnya Koalisi Partai Gerindra dan Hanura yang masing-masing memiliki tiga kursi di DPRD Kota Cimahi belum memenuhi syarat untuk mengusung Pasangan TIBA.
“Saat Partai Pelopor bergabung, menjadi tujuh kursi di parlemen sehingga ambang batas yang di syaratkan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah bisa terpenuhi,” kata Wawan. Selain itu suara ketiga partai pada pemilu legisalatif 2009, bila digabungkan telah melampaui 15 Sehingga menurut Wawan pasangan tersebut telah memenuhi syarat. (M.Fachry)











