Menariknya, Bang Foke juga mengajak saya meninjau kembali perbandingan antara Jakarta dan sejumlah kota besar dunia lainnya, seperti Berlin, Singapura dan Tokyo serta lainnya. Ia menekankan pentingnya Jakarta mengacu atau memiliki cetak biru pembangunan jangka panjang yang konsisten dan tidak mudah berubah setiap kali terjadi pergantian kepemimpinan.
Pandangan tersebut sangat relevan dengan target Gubernur Pramono yang ingin menjadikan Jakarta sebagai salah satu dari 50 kota global terkemuka di dunia. Terkait dengan pembangunan tanggul laut raksasa, Bang Foke menjelaskan bahwa seluruh negara di dunia akan merujuk pada hasil teknologi dari Negeri Kincir Angin, Belanda.
Tak lupa, kami juga menyinggung isu penting lainnya, yaitu Pelabuhan Tanjung Priok dalam konteks keberadaan dan peran strategis Giant Sea Wall atau GSW. Isu ini sangat relevan karena menyangkut kesinambungan fungsi pelabuhan terbesar di Indonesia dalam sistem logistik nasional maupun regional. Dalam kerangka GSW, konsep pengembangan pelabuhan tetap memberikan peluang bisnis yang luas, tanpa mengganggu operasional yang sudah ada, karena seluruh aktivitas masih berada dalam satu kawasan Pelabuhan yang sama.












