KAB. BANDUNG || bedanews.com — Menyampaikan informasi melalui tulisan kepada masyarakat merupakan tugas pokok wartawan. Namun dikatakan Politisi Senior dari Fraksi PAN, H. Kasjvul Anwar, tidak semua wartawan mampu memberikan informasi secara utuh dan sesuai dengan harapan masyarakat.
Kasjvul menambahkan, memang dilapangan ada banyak wartawan yang pandai dalam mencari, mewawancara atau mencari berita, namun lemah dan tidak piawai untuk menulis berita itu sendiri. Begitu pula sebaliknya, dilapangan ada wartawan yang tidak piawai dalam mencari berita atau mewawancara, namun dia pandai dan bagus menulis.
“Tulisannya enak dibaca orang, sehingga pembacanya cepat memahami dan mengerti, malahan ada yang merasa puas,” katanya melalui telepon, Jum’at 22 April 2022.
Malahan dalam aturan pers yang ada di Indonesia, lanjutnya, ada menjelaskan bahwa wartawan itu jabatan profesi, menuntut dirinya untuk beridentitas, profesional serta mempunyai “media” untuk menyampaikan/menulis hasil kerjanya.
Salah satunya, disebutkan Kasjvul, saat melaksanakan tugas (mewawancara) wartawan itu harus memperlihatkan ID Card nya. Tujuannya untuk menumbuhkan kepercayaan bagi orang atau “lembaga” yang diwawancara/diminta beritanya. Jadi ID Card tersebut bukan untuk gagah-gagahan atau “menakut-nakuti” orang, atau memenuhi kepentingan-kepentingan lain yang bertolak belakang dengan hukum, budaya, apalagi agama.
Disinilah peranan organisasi wartawan, ia mengharapkan bisa untuk selalu membina, membimbing dan meningkatkan kualitas wartawan sesuai dengan tingkatannya walau harus secara bertahap. Hal ini agar wartawan tersebut menyadari akan fungsi dirinya, selain harus indepeden, netral, serta memiliki etika tersendiri yang menjadikan dia profesional dan proforsional dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
Salah satu instrumen yang bisa menjadikan wartawan profesional itu, disebutkannya, dengan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Dengan mengikuti UKW wartawan bersangkutan, baik itu media cetak, media elektronik, media sosial dan media lainnya, bisa bekerja secara maksimal karena memang layak setelah mengikuti UKW.
Jadi saat menyampaikan informasi berita kepada masyarakat pun, akan lebih akurat, jelas, terpercaya, independen, serta memiliki idealisme dan jauh dari unsur-unsur kebohongan atau Hoax. “Inilah tantangan dan ujian yang senantiasa harus dihadapi oleh para wartawan, jurnalis, termasuk para awak media dan “media” nya itu sendiri,” pungkas Kasjvul.***













