HeadlineHukum

Tidak Puas Dengan Pengaduannya di Polres Bogor, Guntoro Adukan ke Polda Jabar

BANDUNG, BEDAnews.com – Merasa tidak puas atas laporannya di Polres Bogor terkait pembuatan AJB yang dilakukan notaris PPAT N. Nurhayati, SH, MKn., Guntoro mengadukan ke Polda Jabar.

Ditemui di Mapolda Jawa Barat, Guntoro menyampaikan bahwa kasus ini berawal dari jual beli sebidang tanah adat seluas 3.295 m2 yang terletak di Desa Cibatu Tiga Kecamatan Cariu Kabupaten Bogor, antara Guntoro dengan Sunardi, SH, MM warga Bekasi seharga Rp. 863.750.000,-.

Setelah terjadi kesepakatan harga, pembayaran dilakukan secara bertahap. Dua minggu setelah DP 50%, Sunardi mengajak korban untuk membuat Akta Jual Beli.

Saat itu Sunardi hanya membawa blanko AJB dengan Notaris/PPAT Sukamdi, SH, MKn tanpa kehadiran notarisnya, selain itu Sunardi juga membawa berkas dari desa yang sudah usang.

Korban mempertanyakan ketidakhadiran Notaris Sukamdi, SH, MKn. “Tidak masalah karena blanko AJB yang telah dia tanda tangan diatas materai segera diproses ke PPAT Sukamdi untuk disahkan” tutur korban meniru ucapan Sunardi.

Ternyata hingga 4 bulan AJB tersebut belum juga diproses, korban mendesak Sunati untuk bertemu di kantor Notaris/PPAT Sukamdi,SH,MKn. Setiba di kantor PPAT Sukamdi, pegawai Notaris/PPAT mempelajari blanko AJB dan menyita blanko AJB dari Sofyan pegawai Sunardi.

Dua hari kemudian Sunardi mengajak korban untuk pindah Notaris, dan merekomendasikan ke Notaris/PPAT N. Nurhayati SH, MKn,.

Dalam AJB tersebut muncul nama Sugiono pemilik pertama tanah tersebut. Alasannya Sunardi membeli tanah tersebut dari Sugiono dan belum dibuatkan AJB.

Akta Jual Beli yang dibuat Notaris/PPAT N.Nurhayati, SH, MKn ditandatangan Sugiono di rumahnya di Ciracas, Jaktim. Tanpa dihadiri notaris.

Beberapa hari kemudian N. Nurhayati menyerahkan salinan akta yang telah disahkan olehnya, berikut selembar foto Sugiono saat penandatanganan AJB tersebut sendirian.

Korban mempertanyakan karena di dalam foto tersebut tidak tampak N. Nurhyati sebagai Notaris/PPAT, dan juga harga yang dicantumkan di dalam AJB sejumlah Rp. 800.685.000,- padahal nilai transaksi Rp. 863.750.000

“Saya mencoba mempertanyakan kepada Notaris/PPAT N.’Nurhayati melalui sms, email, somasi namun PPAT tersebut tidak menanggapinya” ujar Guntoro kepada wartawan, Rabu (13/05/2020)

Akhirnya pada tanggal 09 Oktober 2017 Korban melaporkannya ke Polres Bogor dengan nomor LP/B/1121/X/2017/JBR/RES BGR.

Menurut hasil penyelidikan Polres Bogor dengan meminta keterangan dari Guntoro, Sunardi, Sugiono, Asep Iskandar (Kades cibatutiga) dan notatis N. Nurhayati belum dapat ditingkatkan ke penyidikan.

Korban kecewa dengan penyelidikan Polres Bogor yang tidak menaikkan status ke penyidikan, Akhirnya korban mengadukan ke Polda Jabar. (boed).

Selanjutnya

Related Articles

Back to top button
Close