Cimahi, BEDAnews
Menanggapi kesiapan DPD PKS Kota Cimahi berkoalisi dengan partai lain, Ketua Umum LSM Terima Rorongsokan Istimewa (Terorist) Jawa Barat, Tatan Sophian angkat bicara.
Tatan menyarankan, sebaiknya PKS dapat berkoalisi dengan Partai PDIP. "Bila ini terjadi, diprediksikan akan menjadi kekuatan dan bakal memenangkan Pemilukada Cimahi, dengan nama koalisi Merah Putih," tutur Tatan.
Namun lanjut dia, hal itu bisa terwujud bila PDIP dan PKS dapat berkoalisi. Kedua partai itu, baik PDIP maupun PKS harus fleksibel, agar menjadi kekuatan yang sangat dashyat.
"Bila hal ini benar-benar terjadi, saya yakin pilkada Cimahi akan dimenangkan oleh koalisi itu, karena massa kedua partai itu cukup militan. "Apalagi ditambah dengan partainya Pak Prabowo (Gerindra) ini akan menambah kekuatan lebih besar lagi, dan merupakan jalan mulus melalui pintu gerbang untuk kemenangan Pilpres mendatang," ujarnya.
Dikatakan Tatan, petinggi-petinggi partai PDIP maupun PKS yang ada dipusat harus mlakukan kajian yang serius atas koalisi kedua partai tersebut. Jika koalisi ini terwujud, akan menjadi lebih baik dari pada yang baik, karena kedua partai tersebut memiliki akar rumput yang militan. “Dengan Koalisi Pancasila, peluang memenangkan pilprespun semakin terbuka," urainya.
Hal senada dikatakan Paris, salah seorang mahasiswa Unisba jurusan ekonomi. Koalisi ini akan menjadi koalisi yang up to date, karena keduanya merupakan perpaduan Pancasila dan Ke Islaman, sehingga akan menjadi kekuatan yang hakiki.
“Saya jamin, masyarakat Indonesia yang marjinal (masyarakat bawah) dan PKS terbuka untuk semua agama yang sama-sama nasionalis, dan PDIP yang pancasilais, masyarakat mendambakan hal itu,” katanya.
Sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cimahi akan menggandeng partai lain untuk menggolkan bakal calonnya menjadi walikota dan wakil walikota. “Kami sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah parpol lainnya untuk menggalang koalisi pada Pemilukada tahun ini,” kata Ketua DPD PKS Kota Cimahi Santoso Anto, kemarin.
Namun hingga kini PKS masih belum memastikan partai mana yang akan diajak untuk berkoalisi, karena masih menunggu keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS menentukan siapa yang akan dijagokan sebagai bakal calon.
Padahal, dibeberapa daerah lain yang akan menggelar Pemilukada, DPP sudah menentukan bakal calonnya untuk maju sebagai kandidat. Hal ini, karena konstelasi politik yang terjadi di Kota Cimahi masih belum tampak jelas. (M.Fachry)











