KAB. BANDUNG || bedanews.com — Melalui telepon selular, Rabu 15 Oktober 2025, Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi, SH., menyampaikan, kami membuka ruang dialog terbuka melalui audiensi bersama Aliansi Masyarakat Kabupaten Bandung untuk mendengarkan secara langsung berbagai isu yang disampaikan, mulai dari pelaksanaan Perda Kabupaten Bandung, evaluasi program revitalisasi pasar, hingga persoalan air bersih dan pembinaan generasi muda di Kabupaten Bandung.
Penyampaian aspirasi dari Aliansi Masyarakat Kabupaten Bandung yang berlangsung di depan Kantor DPRD Kabupaten Bandung, menurut Renie, berjalan dengan tertib dan kondusif, serta mendapat pengawalan dari aparat keamanan dan dukungan dari perangkat daerah terkait.
Secara garis besar Ketua DPRD Renie menuturkan, aliansi masyarakat menyampaikan sejumlah isu penting yang menjadi perhatian publik, di antaranya terkait Perda Kabupaten Bandung Nomor 11 dan 13 Tahun 2022 dari aspek historis dan faktual, permasalahan program revitalisasi Pasar Banjaran, dugaan monopoli pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Bandung, konflik kepentingan dalam pengelolaan air bersih, serta lemahnya pembinaan minat dan bakat pemuda-pemudi potensial di Kabupaten Bandung.
“Tentu saja atas aspirasi yang diterima itu, kami mengucapkan terima kasih karena bisa mengetahui keadaan dan kondisi Kabupaten saat ini,” katanya.
Selanjutnya, Renie bersama rekan dewan lainnya, berkenan menemui para warga di halaman kantor DPRD, dan meminta perwakilan massa untuk berkumpul.di ruang BanMus agar bisa duduk bersama dan melakukan dialog. “Dalam audiensi tersebut, berbagai masukan dan aspirasi masyarakat disampaikan secara langsung untuk mendapatkan tanggapan dan pembahasan bersama,” ujarnya.
Tentu saja perihal tersebut diungkapkan Renie, DPRD Kabupaten Bandung mengapresiasi langkah aspiratif masyarakat yang telah menyampaikan pendapatnya dengan cara damai dan tertib.
“DPRD menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog, menampung aspirasi, serta memperjuangkan kepentingan masyarakat Kabupaten Bandung secara profesional dan transparan,” pungkas Renie.***













