KAB. BANDUNG || bedanews.com — Sekilas tentang pembangunan Pasar Soreang yang beberapa Minggu lalu ambruk yang diindikasikan pembangunanannya menyalahi tata ruang akibat bangunan beton keropos. Dampak permasalahan tersebut selain merugikan pemerintah juga mengancam keselamatan warga. Bayangkan satu nyawa melayang dan tiga orang luka-luka yang disebabkan kelalaian pelaksana pembangunan.
Sementara pelaksana pembangunan itu selain Pasar Soreang, juga Pasar Banjaran, dan pasar-pasar lainnya yang dipersepsikan kualitas dan kuantitasnya diragukan setelah kejadian ambruknya bangunan beton di Pasar Soreang.
Ini beberapa penjelasan dari beberapa sumber yang harus diketahui terkait Beton keropos (honeycomb) yang dijelaskan merupakan kondisi di mana permukaan beton tidak rata, berongga, dan agregat kasar (kerikil) terlihat jelas akibat kurangnya pasta semen untuk mengisi celah saat pengecoran.
Dalam konteks tata ruang atau aturan konstruksi bangunan, beton keropos dianggap sebagai kegagalan struktural yang serius karena mengurangi kekuatan, daya tahan, dan estetika bangunan.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai beton keropos menurut standar teknis konstruksi:
1. Penyebab Utama (Pelanggaran Teknik Pengecoran)
a. Beton keropos terjadi bukan karena satu faktor saja, melainkan seringkali kombinasi dari:
Kurang Vibrator (Pemadatan): Penggunaan alat penggetar yang kurang memadai menyebabkan udara terjebak di dalam beton.
b. Bekisting Bocor/Tidak Rapat: Air semen keluar dari celah bekisting, menyisakan kerikil yang tidak terikat sempurna.
c. Campuran Tidak Tepat: Adukan beton terlalu kering, atau gradasi agregat kasar terlalu besar untuk celah besi tulangan.
d. Pengecoran Terlalu Cepat/Tinggi: Beton dijatuhkan dari jarak terlalu tinggi (di atas 1,5 meter) menyebabkan pemisahan material (segregasi).
2. Bahaya Struktural
– Menurut standar keamanan bangunan, beton keropos dikategorikan sebagai kerusakan serius yang dapat mengakibatkan:
– Penurunan Kekuatan Struktur: Beton tidak mampu menahan beban sesuai rencana (berisiko runtuh).
Korosi Besi Tulangan: Rongga udara mempermudah air, udara, dan zat kimia (klorida/karbonasi) masuk, memicu karat pada besi tulangan.
– Kebocoran: Keropos pada dak beton atau dinding kolam akan menyebabkan kebocoran fatal.
3. Solusi Perbaikan (Tata Cara Grouting)
Perbaikan beton keropos tidak boleh dilakukan asal-asalan hanya dengan menutup permukaannya (plesteran biasa). Langkah standarnya adalah:
– Identifikasi & Pembersihan: Membuang bagian beton yang keropos hingga mencapai beton padat.
– Grouting (Injeksi): Mengisi rongga dengan material non-shrink grout (semen khusus anti susut) atau epoxy agar kembali padat dan kuat.
– Pemadatan Ulang: Menggunakan vibrator atau teknik injeksi tekanan tinggi untuk memastikan grout mengisi seluruh ruang kosong.













