Rinna menyoroti bahwa dalam setiap fase perlambatan ekonomi, kelompok yang paling terdampak adalah pekerja sektor informal, pelaku usaha kecil, serta keluarga rentan. Padahal, kelompok inilah yang selama ini menjadi penopang utama konsumsi lokal dan denyut ekonomi Kota Cirebon.
Oleh karena itu, perlindungan daya beli masyarakat harus menjadi prioritas utama kebijakan daerah pada 2026. Menurutnya, menjaga daya beli tidak cukup hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga memastikan harga pangan tetap terkendali, distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar, serta intervensi pemerintah dilakukan tepat sasaran berbasis data kerentanan yang akurat.
“Menjaga daya beli berarti menjaga denyut ekonomi kota. Ketika konsumsi bertahan, usaha kecil bertahan, dan lapangan kerja tetap ada,” tegasnya.










