KOTA CIREBON – Bedanews.com – Tahun 2026 dinilai bukan momentum untuk euforia berlebihan, namun juga tidak menjadi alasan untuk pesimisme.
Di tengah perlambatan ekonomi nasional, tekanan fiskal, ketidakpastian global, hingga memburuknya kualitas ketenagakerjaan, Kota Cirebon dituntut mengambil kebijakan yang lebih realistis, hati-hati, dan berpihak pada ketahanan ekonomi masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon Fraksi PAN, Rinna Suryanti, menegaskan bahwa tahun 2026 seharusnya diposisikan sebagai tahun ketahanan, bukan tahun ekspansi ambisius.
Sebagai kota jasa dan perdagangan, Cirebon sangat sensitif terhadap dinamika ekonomi nasional, terutama ketika konsumsi rumah tangga melemah, kredit melambat, dan ruang fiskal semakin terbatas.
“Kebijakan daerah tidak boleh dibangun di atas asumsi bahwa pertumbuhan akan pulih dengan sendirinya. Justru kita harus menyiapkan langkah antisipatif agar Kota Cirebon tetap stabil dan warganya terlindungi,” ujarnya, Minggu (18/1/26).










