Namun, mengelus dada dan menganggap pertemuan informal semacam ini sebatas “koordinasi biasa” adalah sebuah keserhanaan yang berbahaya.
Secara kritis, relasi semacam ini menyimpan bahaya laten berupa *regulatory capture*—situasi ketika kebijakan publik tidak lagi dirancang demi kepentingan khalayak luas, melainkan disesuaikan dengan selera dan kepentingan oligarki. Richard Robison dalam karya klasiknya, *Indonesia: The Rise of Capital* (1986: 132), mengingatkan bahwa hubungan antara negara dan pemodal di Indonesia sejak era Orde Baru telah membentuk watak patronase yang kuat. Menurut Robison, kapitalis domestik tumbuh bukan murni karena kompetisi pasar bebas, melainkan lewat ketergantungan pada fasilitas, lisensi, dan perlindungan khusus yang didistribusikan langsung oleh elite kekuasaan.













