Dengan alat ini, setiap transaksi yang masuk akan otomatis tercatat. Segala jenis transaksi terkomputerisasi yang menjadi sumber pajak bakal dikoneksikan dengan alat milik Pemerintah Daerah sehingga data tersebut bisa dilacak. Sehingga, pemda dapat memantau jumlah transaksi sekaligus memaksimalkan pajak daerah.
“bank bjb sebagai bank nasional yang tumbuh besar serta memiliki salah satu misi sebagai penggerak laju perekonomian daerah berkomitmen untuk mendukung program pemerintah terutama dalam meningkatkan optimalisasi penerimaan pajak yang bersumber dari pajak daerah. Kami berharap dengan semakin optimalnya serapan pajak yang diperoleh, hal tersebut akan semakin mengakselerasi laju program-program pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” kata Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto.













