Namun kritik tetap bermunculan, terutama dari kelompok yang melihat Iran sebagai simbol perlawanan terhadap dominasi Barat di Timur Tengah. Mereka menilai momentum ini menjadi ujian konsistensi Indonesia dalam menunjukkan solidaritas terhadap negara-negara yang dianggap tertindas dalam konflik global.
Perdebatan ini memperlihatkan bagaimana isu internasional dapat memantik diskursus domestik yang tajam. Di satu sisi terdapat tuntutan moral dan solidaritas ideologis, di sisi lain terdapat kepentingan pragmatis yang menyangkut stabilitas ekonomi dan hubungan strategis.
Apakah sikap Presiden Prabowo mencerminkan ketakutan terhadap Amerika Serikat atau justru strategi kalkulatif menjaga kepentingan nasional, masih menjadi perdebatan terbuka. Yang jelas, dinamika ini menunjukkan bahwa setiap pernyataan atau bahkan ketiadaan pernyataan dari seorang kepala negara dalam situasi konflik global selalu sarat makna politik. (Red).












