Bisa jadi rakyat secara ekonomi tidak mapan tetapi “merasa bahagia”. Dalam konteks Indonesia, ini diperkuat dengan slogan-slogan yang sering kita dengar dimasyarakat seperti, “Biar miskin asal bahagia”, “Makan ora makan asal kumpul”, “untung….(perasaan selalu merasa untung meskipun terkena bencana)”, dan sebagainya. Di lain sisi, Inilah luar biasanya masyarakat kita sebenarnya. Sikap optimistik demikian yang membuat bangsa kita resilient meskipun dalam keadaan krisis.
Survey ini mirip dengan survey index kebahagiaan hanya lebih lengkap. Selain itu juga ada survey global tentang kedermawanan, Indonesia juga dinobatkan sebagai negara paling dermawan sedunia berdasarkan laporan studi World Giving Index (WGI). Bahkan Indonesia selalu menang, berturut-turut sejak 2018-2024 mengalahkan negara-negara lain. Survey kedermawanan ini memiliki irisan dengan survey global flourishing Harvard yaitu menunjukkan kekuatan ikatan sosial psikologis termasuk spiritualitas masyarakat yang tidak mesti berkaitan dengan kondisi kaya atau miskin.












