Tetapi Israel justru merasa bahwa ia harus hidup dengan ketidakpastian strategis yang semakin besar.
Prof. Yuwono Sudarsono mengajarkan bahwa, diplomasi yang berhasil bukanlah diplomasi yang sekadar menghentikan konflik sementara, melainkan diplomasi yang mampu membangun rasa aman yang berkelanjutan bagi seluruh pihak.
Sementara Salim Said selalu mengingatkan bahwa politik internasional tidak dibangun di atas harapan semata, tetapi di atas keseimbangan kekuatan, kewaspadaan, dan kemampuan membaca sejarah secara jernih.
Sejarah Timur Tengah telah berkali-kali membuktikan bahwa tidak semua perjanjian menghasilkan rasa aman yang sama bagi semua pihak.
Kadang-kadang, sebuah kesepakatan yang dianggap sebagai kemenangan diplomasi oleh satu negara justru dipandang sebagai awal dari ancaman baru oleh negara lain.













