*Israel Tidak Akan Menyerahkan Nasibnya Kepada Siapa Pun*
Ada satu prinsip yang menjadi fondasi doktrin keamanan Israel.
Israel tidak akan menyerahkan keselamatannya kepada jaminan negara lain.
Prinsip tersebut lahir dari pengalaman sejarah yang panjang dan pahit. Sejak berdiri pada tahun 1948, Israel menghadapi berbagai perang dan ancaman yang membentuk karakter strategisnya: lebih baik mencegah ancaman sejak dini daripada menunggu sampai ancaman itu menjadi kenyataan.
Karena itu, sekalipun terdapat perjanjian internasional, Israel tetap mempertahankan hak untuk bertindak secara independen apabila merasa menghadapi ancaman serius.
Sejarah telah membuktikannya.
Pada tahun 1981 Israel menghancurkan reaktor nuklir Osirak di Irak. Pada tahun 2007 Israel kembali melakukan serangan terhadap fasilitas nuklir Suriah yang dicurigai sedang dikembangkan.













