Ketiga. Tidak punya exit strategy.
Sanksi maksimal, lalu tujuan akhirnya apa? Iran menyerah tanpa syarat? Rakyat Iran menggulingkan rezim sendiri? AS menginvasi? Tidak ada yang jelas. Yang ada hanya tweet kemarahan setiap pagi.
Dalam dunia militer, ada prinsip sederhana: sebelum masuk perang, Anda harus tahu bagaimana keluar dari perang. AS di bawah Trump masuk ke konflik tanpa tahu pintu keluarnya. Itu bunuh diri strategis.
Hasilnya? Iran tidak menyerah. Program nuklir Iran tidak berhenti. Pengaruh Iran di Timur Tengah tidak menyusut. Yang berhasil dilakukan AS hanyalah membuat sekutunya frustrasi dan musuhnya semakin terlatih.
Itu yang dimaksud Merz ketika bilang “rakyat Amerika dipermalukan”. Bukan karena kalah perang. Tapi karena dunia melihat betapa cerobohnya pemimpin mereka.













