Saat itu, saya mencatat dalam buku harian saya: “AS keluar tanpa rencana B. Mereka hanya punya ‘max pressure’, tapi tidak tahu ‘max pressure untuk apa’.”
Yang dilakukan Iran setelah itu justru menarik. Mereka tidak keluar dari JCPOA. Mereka tidak membuat pernyataan perang. Mereka melakukan pelanggaran bertahap:
1. Juli 2019: stok uranium melebihi 300 kg (batas JCPOA).
2. Pengayaan uranium naik dari 3,67% jadi 4,5%.
3. Sentrifugas canggih dinyalakan.
Ini namanya strategi tangga. Naik perlahan. Tidak loncat. Cukup untuk menekan Eropa agar membantu melawan sanksi AS, tapi tidak cukup untuk memberi AS alasan menyerang.
Saya ingat, di salah satu briefing pagi PBB, seorang kolega dari Iran berkata dengan tenang: “Kami tidak keluar. AS yang keluar. Kami hanya merespons.”













