Tapi jangan salah. Saya juga tidak lantas tepuk tangan untuk Iran. Sebagai seorang perwira tinggi yang pernah membaca laporan intelijen PBB. Jadi tulisan ini bukan untuk membela Iran. Juga bukan untuk menghujat AS.
Tulisan ini untuk membedah fakta apa yang sebenarnya terjadi, di mana letak kepintaran Iran, di mana letak kebodohan AS, dan yang terpenting: apa pelajaran bagi Indonesia.
*Apa yang Benar-Benar Saya Saksikan di PBB*
Mei 2018. Presiden Trump menarik AS keluar dari perjanjian nuklir JCPOA. Padahal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) sudah berkali-kali melaporkan: “Iran patuh. Tidak ada pelanggaran.”
Di ruang Dewan Keamanan PBB, saya melihat sendiri para diplomat Eropa termasuk dari Jerman, Prancis, Inggris gelisah. Mereka kecewa. Mereka merasa dikhianati. Tapi mereka diam. Karena AS adalah bos NATO, dan Anda tidak membantah bos di depan umum.













