Sementara itu, Tenaga Ahli BGN Kolonel Andy Charman menjelaskan bahwa keberhasilan program MBG bergantung pada sinergi seluruh pihak, termasuk instansi pemerintah, pemda, dan masyarakat.
“Kabupaten Blitar membutuhkan 102 dapur untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak. Kecamatan Ponggok membutuhkan delapan dapur, Kanigoro enam dapur, dan setiap kecamatan lainnya akan menyesuaikan kebutuhan sesuai jumlah siswa,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Kecamatan Ponggok dan Srengat telah mendaftar sebagai daerah prioritas, dan dalam waktu dekat BGN akan membangun tiga dapur di Kabupaten Blitar.
Program Makan Bergizi Gratis yang baru pertama kali diterapkan di Indonesia ini ditargetkan menjangkau 17,5 juta penerima manfaat hingga September 2025, dengan anggaran awal sebesar Rp71 triliun.












