“Aturannya sudah ada dan sudah kuat, tapi kasus seperti ini masih terjadi. Namanya juga anak-anak, mereka masih labil, jadi harus terus diingatkan. Pengingat terbaik tentu saja adalah orang tua, karena mereka yang paling dekat dengan anak,” ucapnya.
Bahkan, kalau anaknya yatim atau piatu atau yatim piatu, saya harapkan keluarganya yang lain bisa ikut mengingatkan, agar anak tetap belajar untuk menghargai dan menghormati satu sama lain,” tegasnya. Melalui program Deklarasi Bandung menuju Zero Bullying ini, DPRD Kota Bandung berharap seluruh sekolah dapat menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi peserta didik.
“Sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah menjadi kunci utama dalam membangun generasi yang berkarakter dan berempati saat ini dan di masa depan,” katanya. *(Cipta)












