BANDUNG, BEDAnews.com – Budaya menabung sudah diajarkan sejak kecil kepada anak-anak. Tidak aneh, jika anak-anak sudah terbiasa menyisihkan uang jajan dengan disimpan di celengan. Menabung bisa menanamkan jiwa hemat sejak usia dini.
Selain menyimpan uang di celengan, bagi anak-anak yang sudah sekolah sering juga menabung di guru atau wali kelasnya masing-masing. Saat kenaikan kelas, biasanya uang tabungan tersebut akan diserahkan kepada anak-anak.
Namun cara menabung seperti ini, bukanlah tanpa risiko. Karena terdapat masalah seperti uang tabungan yang tidak bisa dicairkan karena terpakai oleh guru atau wali kelas. Kondisi ini, tentunya akan mengganggu dan menciptakan masalah besar.

Sejak tahun 2015 lalu, pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meluncurkan produk Simpanan Pelajar (SimPel). Tujuannya adalah untuk membangun dan membentuk budaya literasi sejak dini. Selain itu, juga untuk membiasakan anak-anak atau siswa berkenalan dengan lembaga perbankan sekaligus produk-produk perbankan.













