Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas kaderisasi. Kekhawatiran akan penurunan kualitas HMI jadi alarm serius, mengingat selama puluhan tahun organisasi ini menjadi salah satu pilar lahirnya pemimpin nasional.
Estafet Kepemimpinan Jangka Panjang
Menyinggung dinamika politik nasional, Habiburokhman menegaskan kepemimpinan bersifat sementara, sedangkan kaderisasi adalah proses jangka panjang. Siapapun pemimpin hari ini, termasuk Presiden Prabowo Subianto, memiliki batas waktu kekuasaan.Karena itu, estafet kepemimpinan harus dipersiapkan sejak sekarang lewat organisasi kader seperti HMI.“Kalau bukan HMI yang menyiapkan, lalu siapa lagi?” ucapnya.
Militansi Naik Kelas
Dengan sisa waktu kurang dari dua dekade, Indonesia dituntut bergerak cepat namun terarah. Habiburokhman menutup paparan dengan pesan reflektif: militansi kader HMI yang dikenal dengan semangat “Yakusa” atau “Yakin Usaha Sampai” harus naik kelas.Tidak hanya kuat secara jumlah, tetapi juga unggul dalam kualitas dan gagasan. “HMI harus menjadi jangkar stabilitas sekaligus motor perubahan. Jika itu terwujud, Indonesia Emas 2045 bukan sekadar mimpi, tetapi keniscayaan,” tandasnya***.













