Kita semua mengetahui akibat buruk dari Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Perang Dunia I (1914–1918) dipicu oleh persaingan imperialisme, perlombaan senjata, terbentuknya blok aliansi Triple Alliance tahun 1882 (Jerman, Austria-Hongaria, dan Italia) serta Triple Entente tahun 1907 (Inggris, Prancis, dan Rusia), serta kuatnya nasionalisme di Eropa, terutama di kawasan Balkan yang mencakup negara-negara seperti Serbia, Bulgaria, Kroasia dan wilayah sekitarnya. Pemicu langsungnya adalah terbunuhnya pewaris takhta Austria-Hongaria, Archduke Franz Ferdinand, bersama istrinya Sophie oleh Gavrilo Princip, anggota kelompok nasionalis Serbia, di Sarajevo pada 28 Juni 1914.
Sementara itu, Perang Dunia II (1939–1945) dipicu oleh ketidakpuasan Jerman terhadap Perjanjian Versailles yang ditandatangani pada 28 Juni 1919 dan memberikan sanksi berat kepada Jerman, krisis ekonomi global, kegagalan Liga Bangsa-Bangsa dalam menjaga perdamaian, serta munculnya rezim ekspansionis seperti Adolf Hitler di Jerman dengan ideologi Nazisme, Benito Mussolini di Italia dengan ideologi fasisme, serta militerisme Jepang. Perang dimulai ketika Jerman menyerang Polandia pada 1 September 1939, kemudian meluas menjadi konflik global setelah Jepang menyerang pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbor pada 7 Desember 1941.













