Di sisi lain, pemerintah Venezuela menilai sanksi tersebut sebagai tekanan politik dan ekonomi yang berdampak besar terhadap perekonomian negara, sementara pihak Amerika Serikat menyatakan bahwa langkah tersebut ditujukan untuk menekan pemerintah Venezuela agar melakukan perubahan politik dan demokratisasi.
Sepanjang sejarahnya, Amerika Serikat memang pernah terlibat dalam berbagai operasi militer di banyak negara. Catatan sejarah yang dirujuk oleh sejumlah studi akademik dan laporan media internasional menunjukkan keterlibatan militer Amerika di berbagai kawasan dunia.
Keterlibatan tersebut dapat ditelusuri sejak konflik di Meksiko dalam Perang Meksiko–Amerika pada abad ke-19 (1846–1848), kemudian Perang Vietnam, perang Irak, invasi ke Afghanistan setelah serangan 11 September 2001, hingga intervensi di Libya pada tahun 2011 serta berbagai operasi militer di kawasan Timur Tengah. Data historis ini banyak dibahas oleh lembaga riset internasional, para akademisi, serta berbagai media global, termasuk media nasional di Indonesia.













