4. Hitung dampak ekonomi secara riil.
Kemenko Maritim dan Kementerian ESDM harus segera menyusun skenario darurat: berapa hari cadangan minyak kita jika Selat Hormuz ditutup total? Berapa biaya pengalihan rute melalui Afrika? Saya menduga hitungan ini belum dilakukan secara serius. Ini harus segera diperbaiki.
5. Dorong pernyataan bersama ASEAN.
Selat Malaka, jantung pelayaran ASEAN, juga rawan terkena dampak sekunder dari eskalasi di Timur Tengah. Indonesia harus memimpin inisiatif pernyataan bersama ASEAN yang menegaskan netralitas kawasan dan kebebasan navigasi.
*Penutup*
Saya telah melihat dari dalam ruang sidang DK PBB bagaimana krisis kecil dibiarkan membesar karena kelambanan kolektif. Saya juga telah melihat bagaimana gencatan senjata yang tidak diawasi dengan baik hanya menjadi jeda untuk mengisi ulang peluru.













