Bandung, BEDAnews
Proporsi ideal jalan ditambah arus keluar masuk Kota Bandung terutama pada hari-hari libur dan saat meningkatnya kunjungan wisatawan di akhir pekan memperparah kemacetan kota, meski melonjaknya kunjungan wisatawan di akhir pekan ini membawa berkah bagi sebagian orang, namun dampaknya bagi lingkungan tidak sebanding dengan nilai ekonomi yang didapatkan.
Penanganan persoalan kemacetan tidak semata-mata terkait rekayasa lalu lintas saja atau penyediaan sarana angkutan massal yang bisa mengangkut orang dan barang secara maksimal, tetapi juga harus didukung ketersediaan terminal yang dapat mengatur arus kendaraan umum secara efisien pula.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Edi Siswadi, saat membuka acara Lokakarya Kajian Awal Prastudi Kelayakan Pembangunan Rerminal Terpadu Gedebage, di Hotel Horison ruang Linggarjati, Jl. Pelajar Pejuang No.121 Bandung, Senin (17/09/2012).
Oleh karena itu lanjut Edi, pembangunan terminal terpadu merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kepadatan lalu lintas, terutama untuk memadukan berbagai moda transportasi dalam satu kawasan secara efektif.
Edi mengingatkan membangun terminal terpadu yang representatif bukanlah pekerjaan mudah karena membutuhkan pembiayaan yang relatif besar serta memerlukan perencanaan dan koordinasi yang matang pula.
Dari aspek pembiayaan lanjutnya, pemkot Bandung masih terkendala oleh keterbatasan APBD, sehingga pilihan yang paling realistis adalah melalui pembiayaan multiyears atau menggandeng dunia usaha untuk membiayai sebagian atau seluruh dari kebutuhan tersebut, begitu pula dari aspek perencanaan dan koordinasi perlu diperhitungkan secara matang untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan sosial dan lingkungan alam.
“Saya optimis pembangunan terminal akan berjalan lancar sepanjang para pemangku kewenangan memiliki komitmen untuk merealisasikannya dan harus terwujud pembangunan ini karena bagian rencana pembangunan strategis Kota Bandung kedepan,” pungkas Edi. (Heru)












