Bandung, BEDAnews
Sungai Cikapundung yang merupakan sungai terbesar di Kota Bandung, kini kondisinya berair keruh cokelat pekat, penuh dengan sampah dan limbah lainnya. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan sungai dan alih fungsi lahan di hulu yang dahulu sebuah hutan kemudian menjadi perkebunan dan peternakan, membuat kenangan indah warga Kota Bandung itu ternyata tidak dapat diwariskan kepada anak cucu.
Demikian diungkapkan Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivananda, saat dirinya bersama 1.500 mahasiswa baru Universitas Komputer (Unikom) Bandung, melakukan bakti sosial membersihkan Sungai Cikapundung, di RT 15 Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Minggu (16/9/2012).
"Sungai Cikapundung dari tahun ketahun mengalami degradasi lingkungan, kita bisa bayangkan pada masa jaman pemerintahan kolonial Belanda terdapat sebuah istilah ngabaraga yang berarti berjalan menyusuri sungai, pada saat itu ngabaraga dilakukan di sebuah jalan yang terdapat sepadan sungai yang begitu indahnya, dan jalan ini kemudian dikenal sebagai jalan Braga sekarang" kata Ayi.
Dalam kesempatan tersebut Ayi mengajak para mahasiswa baru itu untuk lebih peka terhadap persoalan yang terjadi ditengah masyarakat. "Dilibatkannya mereka karena mereka adalah calon pemimpin bangsa dimasa depan, pemilik negeri dan ahli waris yang sah negeri ini, jika sejak awal mereka tidak memiliki kepekaan sosial dan tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat maka bangsa ini akan mengalami krisis kepemimpinan," terangnya.
Ayi berharap, kegiatan tersebut bisa menjadi prototype agar perguruan yang lain turut serta melibatkan mahasiswa barunya. “Jika saja satu universitas menerima berkisar seribu orang mahasiswa baru, maka dapat dibayangkan dari 167 perguruan tinggi yang tersebar di Kota Bandung, tidak kurang dari 100.000 mahasiswa baru turun bersama membersihkan sungai, mempercepat merevitalisasi sungai Kota Bandung bersih kembali," ujarnya. (Heru)













