Tidak berlebihan jika kondisi yang ada digambarkan dengan kata-kata pantun satire sebagai berikut:
Kamu bersyariah saja susah…
Bagaimana mau mudah.
Banyak maumu…
Tapi singkat ikhtiarmu.
Bukan masalahmu yang berat…
Tapi kamu terlambat mengikuti syariat.
Allah Ta’ala telah memberi semuanya…
Tapi kamu bersyariah semaunya.
Permintaanmu beribu-ribu…
Tapi syariahmu ditikung-tikung terburu-buru.
Mimpi dan cita-citamu setinggi langit…
Tapi implementasi syariahmu cuma di langit-langit.
Ingin cepat terkabul syariah yang kau damba…
Tapi kau senantiasa ragu dengan ketetapanNya.
Maunya implementasi syariah dimudahkan…
Tapi pertimbangan akal sehat sering dilupakan.
Inginnya syariah dapat membuat tenang dan bahagia…
Tapi diskusi-diskusi syariah bukan dengan senang dibuka.













