Oleh: Aat Surya Safaat
JAKARTA || Bedanews.com – Dimulai dari beberapa kali pertemuan formal dalam interview ataupun forum diskusi tentang ekosistem halal, terkuaklah beberapa hal terkait berdirinya Muhammadiyah sebagai Ormas Islam kedua terbesar di Indonesia namun paling signifikan kiprahnya di dunia perumahsakitan dan pendidikan yang bahkan sudah merambah global.
Dua cucu pendiri Muhammadiyah yang hilang, atau lebih tepatnya tidak ingin mengungkit jasa-jasa kakek mereka sebagai inisiator berdiri dan bersatunya Muhammadiyah secara nasional menarik untuk dibahas.
Prof. Winai Dahlan, Guru besar di Universitas Chulalongkorn dan inisiator halal sistem yang modern di Thailand yang bukan warga negara Indonesia dan tidak terkait kepengurusan Muhammadiyah, adalah cucu laki-laki dari anak laki-laki Muhammad Darwis (Ahmad Dahlan), pendiri Muhammadiyah Kauman Yogyakarta.













