Di sisi lain, Muhammad Gunawan Yasni, seorang pakar, profesional dan praktisi keuangan syariah serta unsur pimpinan dan Bendahara dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia yang suka risih apabila disebutkan deretan gelar akademis dan profesionalnya adalah cucu laki-laki dari anak laki-laki Darwis Abdul Muin, pendiri Muhammadiyah Padang Panjang Sumatera Barat.
Atas inisiasi dan nasehat dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada masanya, kedua pendiri Muhammadiyah itu bersepakat untuk menjadikan Muhammadiyah bersatu antara Jawa dan Sumatera dengan berpusat di Yogyakarta.
Jiwa besar Darwis Abdul Muin yang walaupun mendeklarasikan Muhammadiyah Padang Panjang beberapa bulan lebih dulu dari Muhammadiyah Yogyakarta, mengakui bahwa Muhammad Darwis (Ahmad Dahlan) lebih pantas ketokohannya untuk dijadikan pimpinan Muhammadiyah yang bisa mempersatukan Nusantara dengan ke-Muhammadiyahan-nya.













