Meski begitu, Samudi menyatakan, hal tersebut tak menjadi kebanggaan bagi kepolisian, malah menimbulkan keprihatinan. Kesedihan itu muncul karena masih banyak masyarakat yang menggunakan media sosial untuk hal negatif.
“Kita bukan bangga melakukan penangkapan, tapi kami justru sedih karena masih banyak masyarakat yang menggunakan media sosial untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, provokasi, yang tujuannya membuat keonaran,” ujarnya.
Oleh karena itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat pengguna telepon genggam, telepon pintar, ataupun gawai untuk bijak memanfaatkan teknologi yang ada.
“Kami berpesan kepada yang memiliki smartphone gunakan dengan bijak dan benar, bermanfaat untuk kepentingan umum, jangan digunakan untuk menghujat, memprovokasi,” tandasnya.













