Mengglobal dengan Adab
Kemampuan teknologi tanpa adab ibarat kapal tanpa kompas. Santri modern memahami bahwa globalisasi bukan alasan untuk kehilangan jati diri. Di tengah dunia yang sering menukar makna kebebasan dengan kebebalan, santri hadir sebagai penyeimbang, mengglobal tanpa tercerabut, modern tanpa kehilangan akar. Adab menjadi identitas paling luhur dari santri. Inilah yang membedakan mereka dari sekadar generasi digital. Santri tahu kapan berbicara, kapan diam, kapan menegur, dan kapan mendoakan. Nilai-nilai seperti hormat kepada guru, rendah hati dalam prestasi, serta santun dalam berdebat menjadi modal penting menghadapi dunia yang mudah tersulut oleh ego dan emosi. “Santri yang menguasai dunia bukan karena ilmunya semata, tetapi karena adabnya menuntun ilmu agar bermanfaat bagi semesta.” Inilah wajah santri global sejati, yang membawa Islam dengan kelembutan, bukan kemarahan, dengan karya, bukan klaim.










