Oleh : Lilis Sulastri
(Guru Besar Ilmu Manajemen FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
Di tengah gegap gempita dunia digital, ketika layar gawai menjadi jendela utama melihat dunia, muncul generasi baru santri yang tak lagi terpaku pada batas pesantren berdinding bata. Mereka menjelajah ruang maya dengan semangat dakwah, berkarya di ruang digital tanpa kehilangan adab, dan menghadirkan nilai-nilai pesantren dalam bentuk paling modern: kreatif, inovatif, dan inspiratif. Hari Santri Nasional 2025 yang bertema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia” menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa santri masa kini bukan sekadar penjaga tradisi, tetapi juga pelaku peradaban global. Santri zaman now bukan generasi pasif yang sekadar mengaji, mereka adalah generasi yang mengabdi dengan inovasi.










