• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Jumat, Oktober 23, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Santri, Algoritma, dan Nurani

Santri, Algoritma, dan Nurani

Hargib by Hargib
23 Oktober 2026
in Edukasi
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kehadiran kecerdasan buatan membuka banyak kemungkinan bagi pendidikan pesantren. Teknologi dapat membantu latihan bahasa, menata bahan belajar, menyusun pertanyaan awal, atau memperkenalkan beragam sudut pandang atas sebuah persoalan. Bagi lembaga dengan sumber belajar terbatas, kemungkinan tersebut patut dijajaki secara serius.

Namun demikian, penggunaan teknologi memerlukan kecermatan. Jawaban yang tersusun lancar dapat mengandung kesalahan. Rujukan yang tampak meyakinkan harus tetap diperiksa. Persoalan agama, terlebih yang menyangkut keputusan hidup seseorang, membutuhkan pembacaan sumber dan bimbingan orang yang memiliki kompetensi. Tantangan pendidikan kemudian bergeser. Guru perlu mengetahui bagaimana murid sampai pada jawaban, sumber apa yang digunakan, bagian mana yang dipahami, dan kesimpulan mana yang masih meragukan. Kejujuran akademik juga perlu dibicarakan dengan terbuka. Mengakui bantuan teknologi merupakan bagian dari tanggung jawab kepengarangan. Mengumpulkan tulisan yang tidak dipahami hanya memindahkan pekerjaan kepada mesin, sementara kesempatan belajar terlewat begitu saja. Pesantren memiliki bekal untuk menghadapi persoalan  tersebut, bekal  kesungguhan menuntut ilmu, penghormatan terhadap sumber, dan kesadaran bahwa pengetahuan membawa Amanah, perlu diterjemahkan ke dalam kebiasaan belajar yang sesuai dengan era kini.

BeritaTerkait

Ketua Umum ASAFI, Prof. Dr. Kholid Al Walid,M.Ag saat memberi sambutan  pada Simposium dan Munas ASAFI 2026 di Hotel Ibis, Bandung-Jawa Barat, Kamis, (22/10)/Foto Bedanews.com

Munas ASAFI 2026: Autokritik Pendidikan Islam dan Matinya Nalar Filsafat

23 Oktober 2026

Refleksi Hari Santri 2026: Gelar Boleh Tinggi, Amanah Jangan Dikhianati,Sudahkah Kita Menjadi Rahmat Bagi Negeri?

23 Oktober 2026
Page 5 of 13
Prev1...456...13Next
Tags: AlgoritmaNuraniSantri
Previous Post

Refleksi Hari Santri 2026: Gelar Boleh Tinggi, Amanah Jangan Dikhianati,Sudahkah Kita Menjadi Rahmat Bagi Negeri?

Next Post

Sinergi TNI dan PB ESI, Grand Final Esports Championship 2026 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka

Related Posts

Ketua Umum ASAFI, Prof. Dr. Kholid Al Walid,M.Ag saat memberi sambutan  pada Simposium dan Munas ASAFI 2026 di Hotel Ibis, Bandung-Jawa Barat, Kamis, (22/10)/Foto Bedanews.com
Edukasi

Munas ASAFI 2026: Autokritik Pendidikan Islam dan Matinya Nalar Filsafat

23 Oktober 2026
Edukasi

Refleksi Hari Santri 2026: Gelar Boleh Tinggi, Amanah Jangan Dikhianati,Sudahkah Kita Menjadi Rahmat Bagi Negeri?

23 Oktober 2026
Edukasi

DPRD Jabar Kembali Teruskan Aspirasi Mahasiswa ke DPR RI

22 Oktober 2026
Prof. DR.Ahmad Rusdiana,MM/tek.IA
Edukasi

Hari Santri 2026 Momentum Al-Mishbah Satukan Akhlak, Kompetensi Global dan Pengabdian

21 Oktober 2026
Edukasi

DPRD Jabar Sampaikan Aspirasi Mahasiswa UIN Bandung dan Unpas ke DPR RI

21 Oktober 2026
Edukasi

Kadis Dadang Komara Bahas Gempar di Media Centre Disnaker Kab. Bandung

20 Oktober 2026
Next Post

Sinergi TNI dan PB ESI, Grand Final Esports Championship 2026 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021