Tradisi sanad, dalam pengertian keterhubungan sumber dan pertanggungjawaban pengetahuan, memberi pelajaran yang berharga, bahwa sebuah pernyataan perlu diketahui asal-usulnya, kemudian dapat diterjemahkan menjadi kecakapan memeriksa dokumen, membandingkan sumber, membaca konteks, dan mengakui ketika bukti belum mencukupi. Santri yang membawa kebiasaan tersebut ke ruang digital dapat membantu masyarakat memperlambat prasangka. Sebab, persoalan zaman ini sering bermula ketika kecepatan bereaksi melampaui kesungguhan memahami. Jari sudah menyebarkan kabar, sementara akal belum selesai menimbang. Kemarahan sudah menemukan sasaran, sementara kebenaran masih dicari. Dalam keadaan demikian, tabayun adalah latihan kedewasaan publik.
Kecerdasan buatan dan tanggung jawab belajar













