Oleh: Prof. Dr. Hj. Lilis Sulastri, S.Ag.,MM.,CPHRM.,CHRA
Guru Besar Ilmu Manajemen FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Di sebuah kamar pesantren, seorang santri mungkin sedang membuka kitab sambil memeriksa penjelasan melalui layar ponsel. Dua dunia bertemu di tangannya, tradisi yang menuntut ketekunan dan teknologi yang menawarkan kecepatan. Pertemuan tersebut menyimpan kesempatan besar, sekaligus pertanyaan penting. Apakah kemudahan membuat pemahaman semakin dalam, atau sekadar membuat jawaban semakin cepat ditemukan?
Ada yang dapat dijawab mesin dalam hitungan detik, tetapi harus direnungkan manusia sepanjang hidup, untuk apa pengetahuan digunakan, kepada siapa keberhasilan dipersembahkan, dan siapa yang menanggung akibat dari keputusan kita?













