“Kami sering menemui anak-anak dengan bakat luar biasa, namun terhambat oleh keterbatasan ekonomi. Di sinilah kami ingin hadir, menjadi jembatan agar keterbatasan tersebut tidak mematikan mimpi mereka,” kata Subhan.
Meski dihadapkan pada keterbatasan, Subhan menegaskan bahwa, semangat pengabdian tidak akan surut. “Kami mungkin terbatas secara materi, tetapi kami kaya akan tekad dan mimpi. Selama masih ada anak-anak yang ingin berlatih dan berjuang, kami akan terus berdiri, membina dan mengabdi untuk Indonesia,” tutupnya.
Dengan semangat kolaborasi dan harapan akan dukungan berbagai pihak, Sandro Adityajaya Dojo optimistis dapat terus melahirkan generasi atlet berprestasi yang berkarakter, membanggakan daerah, dan mengharumkan nama bangsa di tingkat nasional maupun internasional. (Red).













