Namun demikian, Subhan secara terbuka mengakui bahwa, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan pendanaan. “Kejujuran harus kami sampaikan, pendanaan menjadi kendala utama. Pada Januari lalu dana pribadi dan kas organisasi telah kami gunakan sepenuhnya untuk renovasi besar-besaran dojo demi keselamatan dan kenyamanan atlet. Kami percaya investasi pada tempat latihan adalah investasi pada masa depan mereka,” ungkapnya.
Kondisi tersebut berdampak pada tertundanya pemenuhan kebutuhan pendukung sport science, seperti pengadaan LCD pelatihan, sound system, serta scoring board portable yang sangat dibutuhkan untuk menunjang sistem latihan modern dan profesional.
Sejalan dengan itu, Sandro Adityajaya Dojo menyatakan keterbukaannya terhadap berbagai bentuk dukungan, khususnya dukungan finansial dari para donatur, mitra sponsorship, maupun pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi muda Indonesia, guna memperkuat program pembinaan anak-anak kurang mampu yang mencakup pemberian seragam standar latihan, pemenuhan nutrisi atlet, penyediaan perlengkapan latihan dan pertandingan, penguatan fasilitas sport science, serta dukungan teknologi pendukung lainnya.













