Bandung, BEDAnews
Aksi kejahatan terus berlanjut, kali ini menimpa rumah Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung, Prof. Dr. H. Adang Hambali, di Rt. 01 Rw 08 Kelurahan Palasari, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.
Maling berusaha masuk dengan loncat pagar dan menjebol teralis jendela. Dan dengan leluasa, pelaku menggasak barang-barang yang ada dirumah diantaranya Televisi 42 inci, leptop, Hp, Surat-surat berharga dan uang tunai sebesar Rp. 5 juta hingga ditaksir kerugian mencapai Rp. 70 juta lebih.
“Saya pulang silaturahmi dari Garut Hari Sabtu, (1/9), langsung istirahat di kamar atas dan tidur lelap sekali karena kecapaian, sehingga tidak mendengar apapun yang mencurigakan di dalam dan luar rumah,“ kata Adang saat di hubungi lewat selulernya, Selasa (4/9).
Biasanya lanjut Adang, rumah tidak pernah sepi. Namun kebetulan pada waktu itu anaknya lagi ada kepentingan keluar. “Anak saya lagi keluar dan dia membawa kunci sendiri. Saya mengira akan pulang lebih awal, tapi karena anak saya main dulu ketemannya, ia pulang larut malam,“ aku Adang.
Korban baru mengetahui rumahnya disatroni maling sekitar jam 03.00 ketika melihat barang–barang yang ada di rumah hilang. Setelah di cek, ternyata tralis jendela jebol. “Saya juga kaget karena yang hilang bukan hanya televisi tapi barang yang lainnya juga ikut di gondol maling, kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian setempat,“ ujarnya.
Adang juga mempertanyakan kinerja aparat setempat yang dinilai lemah dalam pengawasan dan keamanan wilayah kelurahan Palasari, sehingga pelaku kejahatan begitu leluasa melakukan aksinya. Sebab sebelumnya, pernah terjadi juga kasus curanmor.
“Kami mohon kepada aparat terkait baik kepolisian maupun kelurahan RW dan RT untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan, agar masyarakat merasa nyaman, aman dan terayomi,“ pinta korban.
Kanit Reskrim Panyileukan AKP. Sugeng, SH., membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya kini terus memburu pelaku dengan melakukan penyelidikan serta menemukan barang bukti. “kami telah kerahkan anggota untuk untuk menangkap, tapi saat ini belum ada titik terang karena masih menyelidiki orang yang dicurigai serta mencari barang bukti,“ tegasnya.
Sementara itu Lurah Palasari, Dodo Suanda, mengakui system keamanan di wilayahnya kurang efektif. Oleh karena itu dirinya berjanji akan mengumpulkan semua RT RW dan elemen masyarakat untuk mengantisipasi jangan sampai kejadian tersebut terulang kembali.
“Saya minta maaf karena system keamanan seperti siskamling (ronda malam) tidak optimal, kami akan koordinasi dengan aparat terkait, guna meningkatkan pembinaan, pengawasan dan keamanan di wilayah masing masing,“ ujarnya. (hargib)











