Bandung, BEDAnews
Adanya kritik dari Kementerian Dalam Negeri mengenai besaran tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) untuk pegawai negeri sipil (PNS) pejabat di Pemprov Jawa Barat, membuat Gubernur Jabar Ahmad Heryawan berencana mengurangi jumlah besaran TPP untuk PNS eselon satu dan dua.
"Rencananya pengurangan TPP untuk PNS eselon satu dan dua ini akan dilaksanakan tahun depan," kata Kabiro Keuangan Pemprov Jawa Barat, Sri Mulyono di Gedung Sate Bandung, Senin (3/9) kemarin.
Dikatakan Sri, TPP yang akan dikurangi tersebut sekitar 10 persen, dari setiap bulannya. Sebelumnya PNS eselon dua rata-rata bisa menerima TPP sebesar Rp. 15 sampai Rp. 20 juta. Sedangkan untuk eselon satu, jumlah TPP-nya sekitar Rp. 25 juta.
Sedangkan TPP untuk eselon tiga dan empat, tidak akan dikurangi karena dinilai nilai TPP mereka itu sudah cukup yakni eselon tiga sekitar Rp. 10 juta dan eselon empat sekitar Rp. 5 juta, ujarnya.
Ia mengakui bahwa dalam setiap bulan eselon dua jarang menerima TPP penuh sebanyak 100 persen karena ada standar maksimal TPP yang bisa diterima oleh PNS hanya sekitar 70 persen. "Mayoritas, pejabat eselon dua tidak bias memperoleh TPP 100 persen karena ada pada keterlambatan memberikan laporan intern. Tapi aturan pemerintah tidak ada basa-basi lagi, kalau terlambat berarti dipotong," tutur Sri.
Dikatakannya, apabila kinerja tak sesuai target, maka TPP dipotong dan rata-rata untuk eselon dua sekarang menerima TPP sekitar 80 persen. "Saya sendiri juga 80 persen dan tahun depan dipotong lagi," kata dia.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat, M Solihin menambahkan pihaknya sudah membuat aturan pengurangan TPP untuk eselon dua yang bentuknya keputusan gubernur (kepgub). Aturan ini lanjutnya akan mulai efektif diberlakukan pada 2013.
"Mendagri belum menetapkan ketentuan pengurangan TPP. Dikurangi kan bisa seribu, lima ribu bisa seratus ribu. Yang penting dikurangi. Uang potongan TPP eselon dua dan tiga itu nantinya akan dikembalikan ke kas daerah," kata Solihin.
Pihaknya menjelaskan, jumlah eselon dua di Jabar yang TPP-nya akan dikurangi sebanyak 53 orang dan jumlah TPP pejabat eselon satu lebih besar potongannya dibanding dengan eselon dua. (Hermanto)












