Bandung, BEDAnews
Untuk mempersempit gerak teroris di wilayah Jawa Barat, berbagai upaya telah dilakukan Polda Jabar. Tak hanya di dunia nyata, patroli cyber di dunia maya juga telah gencar dilakukan.
“Aktivitas di dunia maya juga perlu dipantau. Seperti misalnya terduga teroris kemarin di Arcamanik, itu kan bukan pelaku tapi dia mendukung. Diduga sebagai penyuplai dana, lewat aksi meretas sejumlah bank. Lalu digunakan buat mendukung aksi terorisme di tanah air. Kami selalu berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk melakukan patroli cyber," ujar Kabid Humas Polda Jabar di Mapolda Jabar, Selasa (4/9).
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul, mengklaim Polda Jabar telah memiliki daftar para peretas atau hacker yang berkegiatan mencurigakan dan menggunakannya untuk melanggar hukum, seperti halnya membobol situs investasi, kartu kredit, atau aksi terorisme.
Bahkan kini Polda Jabar selalu berkoordinasi dengan Mabes Polri membahas perkembangan terkini kegiatan terorisme yang mulai mengoptimalkan aksinya lewat dunia maya. Melalui patroli cyber yang dilakukan oleh Polda Jabar, diharapkan bisa meminimalisir ruang gerak para peretas, ujarnya.
Kasus terbaru yang mengemuka berkaitan dengan sepak terjang terorisme, adalah tertangkapnya salah seorang terduga teroris di Arcamanik, Bandung, belum lama ini. MK yang berprofesi sebagai programer software dan diduga menjadi penyandang dana bagi kegiatan terorisme jaringan Medan.
"Teknisnya, kami nantinya langsung menindaklanjuti ke Mabes Polri jika diketahui adanya dugaan teroris beraktivitas melalui dunia maya. Dari laporan itu, selanjutnya ditindaklanjuti Densus 88 Anti Teror untuk melakukan tindakan,” kata Martinus. (Lanie)













